Selalu ada cerita di balik pengalaman pertama kita membaca sebuah buku atau novel. Kadang kita membacanya karena tertarik dengan judul atau covernya. Kadang karena novel tersebut sedang ramai dibicarakan di mana-mana sampai akhirnya kita ikut penasaran dan membacanya.
Tapi ada juga novel yang sebenarnya sama sekali tidak ada dalam rencana bacaan kita. Tiba-tiba saja novel tersebut datang ke hadapan kita. Entah karena melihat covernya yang menarik, membaca blurb-nya yang bikin penasaran, atau mungkin hanya karena kebetulan melihatnya di rak buku. Dari yang awalnya cuma iseng mengambil, akhirnya malah ikut membacanya sampai selesai.
Dan yang lebih menarik lagi, dari satu novel tersebut kita kemudian bisa berkenalan dengan seorang penulis. Kalau ternyata cocok, biasanya rasa penasaran tidak berhenti di satu buku. Mulailah kita mencari novel-novel lainnya, membaca karya yang sudah lama terbit, sampai akhirnya tanpa sadar menjadi salah satu penulis yang karyanya selalu kita tunggu.
Novel-novel yang Mengenalkanku pada Penulisnya
Bagi saya sendiri, ada beberapa novel yang sampai sekarang masih saya ingat bagaimana awalnya saya bisa membaca buku tersebut. Beberapa di antaranya bahkan menjadi pintu perkenalan saya dengan penulis yang kemudian membuat saya berburu karya-karya lainnya.
Namun ternyata tidak semuanya begitu. Ada novel yang saya beri rating tinggi dan saya nikmati ceritanya, tetapi setelah itu saya tidak pernah lagi mencari karya penulisnya yang lain.
Nah, beberapa novel berikut punya cerita masing-masing tentang bagaimana saya pertama kali berkenalan dengan penulisnya. Ada yang bermula dari film, rekomendasi teman, buku pinjaman, bahkan ada yang saya baca hanya karena kebetulan menemukan bukunya di rental.
Dan inilah beberapa di antaranya.
1. Devotion of Suspect X - Keigo Higashino
Ini adalah novel pertama yang mengenalkan saya pada mendiang Keigo Higashino sensei yang pada akhirnya juga membuat saya memburu novel-novel beliau yang lain. Uniknya alasan saya membeli novel ini adalah karena saya menonton film adaptasinya.
Jadi waktu itu saya menonton film Bollywood yang berjudul Jaane Jaan yang dibintangi oleh Kareena Kapoor. Film ini bergenre thriller dan setelah selesai menontonnya saya baru tahu kalau film ini merupakan adaptasi dari novel Keigo Higashino. Karena penasaran dengan kisah asli di novel, akhirnya saya membeli novelnya di marketplace dan mulai membacanya.
Ternyata dari satu novel ini saya malah berkenalan dengan penulis yang kemudian membuat saya penasaran dengan karya-karyanya yang lain. Untungnya beberapa novel Keigo Higashino saat ini bisa ditemukan di perpustakaan digital dan juga di perpustakaan kota. Jadi saya bisa membaca kisah-kisah detektif lain yang ditulis oleh Keigo Higashino.
2. Rembulan Tenggelam di Wajahmu - Tere Liye
Tere Liye merupakan nama penulis yang pastinya sudah sangat sering kita dengar. Terlepas dari berbagai kontroversi akan karyanya, harus saya akui kalau Tere Liye sangat pandai dalam mengolah cerita. Lewat karya-karyanya, Tere Liye mengenalkan para pembacanya pada dunia makro ekonomi, politik, hingga juga fantasi.
Lalu bagaimanakah saya berkenalan dengan karya penulis yang dikenal cukup vokal terhadap pemerintah ini? Lewat rekomendasi seorang sahabat yang berusaha menghibur saya yang sedang patah hati.
Saya ingat sekali kala itu saya sedang sedih sekali karena harus mengakhiri sebuah hubungan. Sahabat saya di provinsi tetangga kemudian menyarankan saya membaca novel Tere Liye yang berjudul Rembulan Tenggelam di Wajahmu ini sebagai pelipur lara. Sebelumnya saya bahkan tak tahu ada penulis bernama Tere Liye.
Akhirnya saya pun membeli novel ini dan membacanya hingga selesai. Setelah Rembulan Tenggelam di Wajahmu, saya pun mulai membaca novel-novel Tere Liye lainnya. Lucu juga kalau dipikir-pikir. Saat itu saya mengenal Tere Liye karena sedang patah hati. Bukannya malah fokus move on, saya justru mendapatkan penulis baru untuk diikuti karya-karyanya.
3. Supernova : Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh - Dee Lestari
Perkenalan saya dengan Dee Lestari dan novel Supernova-nya terjadi saat masih di bangku kuliah. Saya masih ingat saat itu saya masih duduk di semester empat. Saat sedang mampir di tempat kos seorang sahabat, ia pun merekomendasikan novel Supernova ini yang katanya bagus sekali dan sangat romantis. Karena penasaran, saya pun meminjam novel tersebut dan membacanya di kamar kos saya.
Jujur untuk sebuah novel yang fenomenal, saya sempat kebingungan mencerna isi novel Supernova : Ksatria, Putri dan Bintang Jatuh ini. Novel ini seingat saya bercerita tentang dua orang pria yang menulis cerita romantis dari empat orang lain yang mereka intip dari jendela rumah mereka. Namun pada akhirnya, kisah Ferre dan Diva (nama tokoh rekaan novel mereka) menjadi tokoh utama dalam novel ini. Mungkin perpindahan kisah dari kisah Ruben dan Dhimas ke kisah Ferre yang membuat saya agak kesulitan mengikuti alurnya.
Karena penasaran dengan kelanjutan kisah Ferre dan Diva, saya pun memburu kelanjutan dari serial Supernova ini. Kebetulan saat itu saya sudah bekerja di rental buku dan beberapa kelanjutan novel Supernova juga tersedia di sana. Namun nyatanya, ketika saya melanjutkan membaca seri kedua dari Supernova, nama tokohnya sudah berbeda lagi. Ada Elektra, Bodhi, Alfa, dan juga Zarra yang merupakan dari judul-judul bukunya.
Belakangan saya ketahui sosok Diva baru muncul lagi di penutup seri Supernova yang belum saya tuntaskan yakni Intelegensia Embun Pagi.
4. Shopaholic Ties the Knot - Sophie Kinsella
Jatuh cinta pada penulis tak selalu dimulai dari seri pertama novelnya.
Begitulah mungkin kalimat yang bisa menggambarkan bagaimana saya mengenal Sophie Kinsella dan novel-novel yang ditulisnya. Bermula dari sebuah novel tentang Becky Bloomwood yang gila belanja dan mempersiapkan pernikahannysa, saya pun memulai perburuan serial Shopaholic pendahulunya. Alasannya sederhana. Saya penasaran dengan kisah perkenalan Becky dengan Luke, calon suaminya.
Uniknya, saat membaca seri Shopaholic Ties the Knot ini saya sukses dibuat kesal dengan karakter Becky yang plin-plan karena tidak bisa menolak usul keluarganya terkait rencana pernikahannya. Namun entah mengapa begitu novel tersebut berhasil saya selesaikan, saya malah jatuh cinta pada Becky dan akhirnya mengikuti perjalanan hidup Becky dari seorang wanita yang terlilit hutang karena gila belanjanya hingga menjadi nyonya Becky Brandon yang kaya raya dan memiliki putri cantik bernama Minnie.
5. Edensor - Andrea Hirata
Sama seperti seri Shopaholic, saya juga membaca seri Laskar Pelangi dari buku keduanya yakni Edensor. Jadi saat orang-orang terkena virus Laskar Pelangi, saya yang hanya mengandalkan rental buku hanya bisa menemukan novel Edensor di rak bukunya.
Akhirnya karena penasaran saya pinjamlah novel tersebut dan mulai membaca kisah petualangan Ikal dan Arai selama kuliah di Eropa. Setelah menamatkan Edensor, barulah saya akhirnya mulai membaca buku-buku pendahulunya yakni Sang Pemimpi dan juga pastinya Laskar Pelangi.
Dan jujur saja, bagi saya Edensor dan Sang Pemimpi malah lebih mudah dipahami dibandingkan Laskar Pelangi. Saya merasa Laskar Pelangi cukup banyak menggunakan kalimat-kalimat majas dan hiperbola sehingga saya harus membaca lebih pelan untuk memahami ceritanya.
6. Resign - Almira Bastari
Resign merupakan novel yang memperkenalkan saya pada Almira Bastari dan karya-karya lainnya. Saya mengetahui novel ini karena waktu itu novel ini cukup banyak dibicarakan di media sosial. Saya sendiri saat itu sedang dalam masa reading slump alias tidak memiliki minat besar membaca buku.
Nah, mungkin karena sudah jodoh, saat membuka aplikasi buku digital saya menemukan novel ini dan berhasil meminjamnya. Padahal kalau dipikir-pikir dengan kondisi novelnya yang menjadi best seller, pastinya sulit sekali untuk mendapatkan novel Resign di aplikasi perpustakaan digital karena biasanya pasti sudah duluan dipinjam orang.
Akhirnya saya pun mulai membaca novel Resign ini dan menamatkannya hanya dalam hitungan hari. Kisah Alranita dan Tigran di novel ini kalau menurut saya menjadi awal dari hadirnya novel dengan ide cerita serupa setelahnya di mana ada bos yang diam-diam jatuh cinta pada anak buahnya sendiri.
7. Cantik itu Luka - Eka Kurniawan
Novel ini juga saya baca setelah mendapat rekomendasi dari seorang teman Multiply. Saat itu saya bertandang ke Jakarta dan menginap di tempat kosnya. Nah, Yaya, nama teman Multiply ini kemudian memberikan sebuah novel berjudul Cantik itu Luka kepada saya. Ia tak ingin menyimpannya karena novel ini termasuk dalam kategori novel dewasa.
Saya pun dengan senang hati menerima hibahan buku dari Yaya. Dan benar saja, begitu membaca novel ini saya dibuat melongo dengan berbagai diksi yang dipilih Eka Kurniawan dan juga alur cerita yang dibuatnya. Sebagai pembaca, saya bahkan memberikan bintang empat untuk novel ini.
Namun menariknya, meskipun saya cukup menyukai Cantik Itu Luka, sampai sekarang saya belum membaca novel Eka Kurniawan yang lainnya. Padahal biasanya kalau sudah suka dengan sebuah novel, saya akan penasaran dengan karya-karya penulisnya yang lain. Hal ini mungkin karena gaya bahasa Eka Kurniawan yang terlalu vulgar yang membuat saya berpikir ulang untuk memburu novel-novel yang ditulisnya.
Penutup
Itulah dia kenangan saya akan novel-novel yang membawa saya berkenalan dengan penulisnya. Kalau dipikir-pikir lagi, ternyata cara saya berkenalan dengan para penulis tersebut cukup beragam.
Ada yang dimulai dari film seperti Keigo Higashino. Ada yang datang lewat rekomendasi sahabat seperti Tere Liye dan Dee Lestari. Ada yang berawal dari rasa penasaran ingin mengetahui cerita sebelumnya seperti Andrea Hirata. Ada pula yang sesederhana menemukan buku yang tersedia di rental seperti Sophie Kinsella.
Dari beberapa novel tersebut, ada penulis yang akhirnya membuat saya penasaran dan ingin membaca karya-karyanya yang lain. Bahkan sampai berburu buku-buku lamanya. Namun ada juga yang akhirnya hanya berhenti pada satu buku. Mungkin memang begitu menariknya pengalaman membaca. Setiap orang memiliki preferensinya masing-masing.
Bagaimana nih dengan teman-teman sekalian? Adakah juga kenangan tentang buku pertama yang mengenalkan kalian pada penulis favorit?
3 Komentar
Agak lupa pernah baca cantik itu lka apa belum. Tapi untuk rembulan tenggelam di wajahmu dan bukunya Keigo daku belum baca.
BalasHapusResign itu lucuu banget dan lanjut baca karya Almira yang lain: agensi rumah tangga, melbourne wedding marathon, ganjil genap.
Sayang sekali Sophie Kinsella sudah berpulang ya...
Dari ketujuh nama penulis yang disebutkan diatas, buku2 karyanya mba Dee jadi salah satu karya yang selalu saya tunggu, saya paling suka dengan buku karya mba Dee yang berjudul Aroma Karsa.
BalasHapusTuk buku mba Almira, saya paling suka sama Ganjil Genap, bahkan saya review juga di blog saya, ceritanya lucu bikin gemes soalnya hehe.
Kalo tuk buku karya Tere Liye ga tau kenapa saya lebih tertarik dengan versi audio booknya dibanding dengan versi fisiknya, bahkan salah satu buku karya Tere Liye yang belum selesai saya baca, akhinya saya sumbangkan.
Sempet penasaran sama buku Cantik Itu Luka, karena banyak yang rekomendasiin, tapi baru baca beberapa lembar, saya kok malah mogok ya hehe.
Buku karya Sophie Kinsella, is one of my fav book genre, komedi romantis, chicklit story.
Buku Andrea Hirata, saya lupa-lupa ingat, pernah baca bukunya yang Laskar Pelangi ato ngga, yg pasti saya nonton filmnya.
Nah tuk penulis Keigo Higashino, saya belum pernah baca bukunya, jadi penasaran nih.
Berawal dari diracunin Pak suami pas zaman kenalan dulu, dengan novel triloginya A. Fuadi, lalu berlanjut membaca 3 buku tersebut, kemudian langsung jatuh cinta dengan karya karya beliau, sampai pernah beli buku terbaru yang dikeluarkannya
BalasHapusDulu karena animo Laskar Pelangi, aku pun juga langsung kepo dengan karya Andrea Hirata, kebetulan waktu itu pas keluar buku Ayaah, akupun membelinya dan membaca novel tersebut